Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko yang Menyebabkan Eksim Atopik

 

Eksim atopik adalah penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal terus-menerus dan timbulnya ruam merah di kulit. Ruam dan rasa gatal tersebut bisa muncul pada satu area tubuh atau lebih. Rasa gatal yang dialami penderita akan semakin terasa memburuk pada malam hari.

Mengenai sebabnya, terdapat berbagai penyebab eksim atopik disertai faktor risiko yang memicunya. Berbagai penyebab eksim atopik bisa Anda pahami untuk bisa menjaga kondisi diri agar segera dapat mengatasinya.

Gejala Eksim Atopik

Di masyarakat, penyakit eksim atopik ini sering disebut sebagai eksim kering. Salah satu gangguan kesehatan kulit ini banyak terjadi pada balita dan bisa bertahan sampai remaja atau dewasa. Pada beberapa orang, gejalanya muncul berkala dan kemudian menghilang dalam sementara waktu, bahkan dalam beberapa tahun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika kondisi ini juga dialami oleh anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa.

READ  Tips Merawat Kecantikan Kulit Wajah agar Sehat, Cerah, Berseri

Meskipun intensitasnya bervariasi pada setiap individu karena faktor penyebab eksim etopik, terdapat tanda atau gejala eksim yang bisa dikenali. Selain ruam dan gatal seperti yang dijelaskan sebelumnya, penderita eksim atopik juga dapat merasakan gejala lainnya, di antaranya kulit menjadi kering, kasar, menebal, dan bersisik. Pada kasus tertentu, kulit yang bermasalah tersebut akan terasa sakit, bahkan mengeluarkan darah.

Benjolan kecil yang mengeluarkan cairan dan kerak ketika tergores juga menjadi salah satu gejalanya. Gejala tersebut dialami ketika kondisi eksimnya sudah parah. Kulit juga akan membengkak setelah digaruk. Kondisi kulit yang sudah terinfeksi eksim dapat sementara menjadi lebih gelap ataupun terang, setelah kondisi membaik. Kondisi tersebut merupakan bekas atau jejak dari adanya reaksi peradangan lama yang akhirnya kembali ke warna semula.

Penyebab Eksim Atopik

Eksim disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam memperbaiki kerusakan di sawar kulit yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap kulit. Kelainan pada gen yang di filaggrin termasuk penyebab eksim atopik. Filaggrin sangat penting dalam pembentukan sawar kulit. Oleh karena itu, apabila kulit penderita eksim atopik mengalami iritasi dan sawar kulitnya terganggu, maka kemampuannya untuk memperbaiki sawar kulit pun jadi terbatas.

READ  5 Langkah Mudah Merawat Kulit Kering

Saat sawar kulit terganggu, kulit lebih mudah kehilangan air. Akibatnya, kulit menjadi kering dan bersisik. Pemicu alergi lingkungan (alergen lingkungan) juga bisa masuk ke kulit serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, terjadilah peradangan yang menjadikan kulit mengalami ruam merah dan gatal sebagai bentuk dari reaksi tubuh terhadap alergen. Anda juga berisiko mengalami eksim apabila ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat eksim ataupun alergi, termasuk rinitis alergi (hay fever) dan asma.

Faktor Risiko Eksim Atopik

Sempat disinggung lewat pernyataan di atas bahwa riwayat kesehatan sangat erat kaitannya dengan kondisi eksim atopik ini. Apabila Anda mempunyai riwayat alergi atau salah satu di antara keluarganya mempunyai riwayat alergi, maka lebih berisiko mengalami kondisi ini. Tentu dapat disimpulkan bahwa riwayat alergi bisa memicu timbulnya kondisi ini dan bisa bersifat menurun.

READ  Dispareunia adalah Problem yang Mengganggu? Inilah Ulasannya

Tak hanya riwayat alergi saja, terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi. Tidak hanya penyebab eksim atopik secara langsung, namun ada faktor risiko yang memicu. Dilansir dari docdoc.com, beberapa di antaranya adalah stres yang tak terkontrol, rasa panas dan keringat berlebih, rasa dingin serta iklim kering, kulit yang kering, mempunyai kontak dengan bahan kasar dan iritan, misalnya sabun dan kain sintetis, juga demam atau infeksi saluran pernapasan atas.

 

sumber artikel:

www.docdoc.com

www.sehatq.com

www.alodokter.com

 

sumber gambar:

res.cloudinary.com

bobo.grid.id

 

You May Also Like

About the Author: Yanti Indriyani