Gejala dan Cara Mengobati Eksim Atopik agar Tak Kambuh Lagi

Dermatitis atau eksim atopik adalah suatu penyakit kulit kronis hingga membuat kulit jadi meradang, gatal, kering, dan juga pecah-pecah. Kondisi ini umumnya menyerang kulit di bagian kepala, dahi, dan wajah, terutama pipi. Dermatitis atopik ini lebih dikenal dengan sebutan eksim. Penyakit kulit ini menimbulkan gejala utama berupa gatal-gatal parah serta ruam merah yang mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari penderitanya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari cara mengobati eksim atopik yang tepat. Penanganan medis adalah langkah tepat dalam mencegah gejalanya semakin memburuk dan agar berangsur-angsur dapat sembuh. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, perawatan yang tepat dapat membantu untuk mengendalikan serta meringankan gejala yang dialami.

Beragam Gejala Eksim Atopik

Salah satu gangguan pada kulit ini umumnya memang dialami oleh bayi dan anak-anak. Hal ini justru sangat mengkhawatirkan orang tua karena bayi dan anak-anak masih rentan mengalami infeksi atau peradangan yang serius. Sistem imunnya yang masih lemah sangat berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Meski demikian, ternyata jenis eksim yang satu ini juga dapat dialami oleh orang dewasa tentunya dengan gejala yang berbeda.

READ  Dispareunia adalah Problem yang Mengganggu? Inilah Ulasannya

Gejala eksim atopik yang dialami bayi yang berusia 2-3 bulan adalah ada beberapa hal, di antaranya adalah munculnya ruam merah di kulit dengan kondisi kulit yang kering dan bersisik. Rasa gatal juga dialami dan memang sangat mengganggu. Biasanya, sisik bisa retak serta meneteskan cairan. Penderitanya juga akan sulit tidur jika kulit terasa gatal. Apabila digaruk, bisa muncul infeksi baru akibat menggaruk sampai terluka. Jadi, jangan menggarukknya dan segera menerapkan cara mengobati eksim atopik yang tepat.

Apabila terjadi pada anak-anak, gejalanya adalah munculnya ruam di kulit dan adanya rasa gatal di kulit yang meradang. Permukaan kulit juga bergelombang karena terdapat tonjolan akibat penebalan kulit yang terkadang permanen. Kulit yang mengalami peradangan tersebut akan lebih terang atau lebih gelap. Pada orang dewasa, gejalanya adalah munculnya lipatan siku atau lutut dan tengkuk. Peradangannya juga menyerang bagian tubuh yang areanya cukup luas. Eksim jenis ini juga bisa juga menyerang area di sekitar mata. Kulit yang terkena juga menjadi sangat kering dengan rasa gatal yang tak tertahankan. Kulit juga menjadi bersisik dan menyebabkan infeksi pada kulit.

READ  Ciri Folikulitis Peradangan Pada Folikel Rambut

Mengenai kondisi gejalanya tersebut, terdapat beberapa hal yang harus diwaspadai dan menjadi perhatian. Saat seseorang mengalami kondisi ini dalam waktu bertahun-tahun, bercak kulitnya akan terlihat lebih tebal serta gelap jika dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Lebih dari itu, kulit yang menebal tersebut juga bisa terasa gatal setiap saat. Untuk itu, segera periksakan ke dokter untuk memperoleh cara mengobati eksim atopik yang tepat jika mengalami gejalanya agar tak semakin parah.

Cara Mengobati Eksim Atopik

Proses diagnosis untuk eksim atopik cukup sederhana. Pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui riwayat kesehatan keluarga pasien apakah ada yang pernah memiliki eksim atau riwayat alergi lain.Dokter kulit akan memeriksa tampilan kulit pasien. Dokter juga memeriksa apakah pasien merasakan sakit ketika area kulit yang terinfeksi itu disentuh serta melakukan tes mata guna melihat apakah mata ikut terpengaruh. Dokter juga dapat melakukan tes pada sampel kulit untuk mengesampingkan kemungkinan terkait infeksi lain atau alergi yang diderita pasien.

READ  Tips Jitu Merawat Kulit Yang Berminyak

Cara mengobati eksim atopik juga melalui tindakan medis yang tepat karena sudah pasti disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya. Program pengobatannya terdiri dari kombinasi terapi obat, perawatan kulit, dan perubahan gaya hidup. Dilansir dari hellosehat.com, terapi obat ini umumnya meliputi krim yang bisa mengendalikan rasa gatal, peradangan, serta memperbaiki kulit.

Untuk bayi, dokter tidak akan memberikan banyak obat. Dokter hanya menyarankan agar sering-sering melumasi kulit bayi mengguakan minyak, krim, ataupun salep khusus. Akan tetapi, jika kondisinya cukup parah, dokter meresepkan krim yang aman dan tidak mengiritasi kulit bayi.

 

sumber artikel:

hellosehat.com

www.halodoc.com

 

sumber gambar:

hellosehat.com

www.alodokter.com

 

You May Also Like

About the Author: Yanti Indriyani