Ciri Folikulitis Peradangan Pada Folikel Rambut

 

Pernahkah Anda mendengar penyakit satu ini? Mungkin bagi sebagian orang, penyakit folikulitis masih terdengar asing. Bahkan banyak yang tidak tahu tentang penyakit satu ini. Dilansir dari halaman hellosehat, folikulitis adalah kondisi yang muncul akibat peradangan pada folikel rambut, seperti kaki, lengan, punggung, kepala, pantat, alat kelamin, dan janggut. Biasanya bagian kulit yang terkena ditandai dengan benjolan merah kecil yang ujungnya putih dan berisi nanah. Lalu, apa ciri-ciri folikulitis? Sebelum membahas hal tersebut, ada baiknya Anda tahu tentang jenis-jenis folikulitis.

Ada beberapa jenis folikulitis yang bisa Anda temui menurut halaman alodokter. Berikut ulasannya.

  1. Sycosis Barbae

Sycosis Barbae adalah folikulitis kronis yang mana menyerang pada bagian wajah yang ditumbuhi jenggot. Jenis penyakit ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan memengaruhi bibir atas.

  1. Gram-Negative Folliculitis

Folikulitis jenis ini terjadi akibat penggunaan antibiotik dalam jangka panjang untuk mengatasi jerawat. Hal ini terjadi karena antibiotik bisa memengaruhi keseimbangan bakteri pada kulit. Kondisi ini bisa sembuh jika penggunaan obat antibiotik dihentikan.

  1. Hot-Tub Folliculitis

Jenis penyakit ini dialami oleh orang yang sering dan suka berendam dalam air hangat. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan bakteri semakin berkembang. Folikulitis jenis ini tidak berbahaya dan bisa dicegah.

READ  Tips Merawat Kecantikan Kulit Wajah agar Sehat, Cerah, Berseri

Ada beberapa ciri-ciri folikulitis yang bisa Anda temui dan kenali. Pertama, adanya benjolan kemerahan seperti jerawat dengan rambut di tengahnya. Kedua, bagian atas benjolan berwarna putih atau kuning. Ketiga, benjolan tersebut berisi nanah dan dapat pecah. Keempat, adanya peradangan pada kulit. Kelima, adanya sensasi gatal atau rasa perih.

Selain itu ada lagi ciri-ciri yang bisa ditemui, antara lain demam ringan, benjolan terasa seperti terbakar, dan benjolan semakin besar serta membengkak. Lalu, apa, sih penyebab penyakit folikulitis ini? Yuk, simak ulasan berikut ini menurut halaman halodoc.

  1. Infeksi folikel rambut dari bakteri yang bernama Staphylococcus aureus yang ada pada kulit.
  2. Folikel rambut yang rusak atau tersumbat. Hal ini dikarenakan adanya gesekan dengan pakaian atau saat mencukur.
  3. Luka akibat kecelakaan atau operasi.
  4. Adanya virus, jamur, dan rambut yang tumbuh ke arah dalam.
  5. Kondisi kulit lainnya seperti jerawat dan dermatitis.
READ  Dispareunia adalah Problem yang Mengganggu? Inilah Ulasannya

Ada beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit folikulitis. Berikut ulasannya.

  1. Hati-hati Saat Bercukur

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit folikulitis adalah berhati-hati dalam mencukur. Pertama, jangan bercukur terlalu sering. Kedua, menggunakan pisau dengan mata yang tajam. Ketiga, menggunakan losion di area rambut yang akan dicukur. Keempat, mencuci area yang akan dicukur dengan air hangat dan sabun antibakteri. Kelima, mencukur rambut ke arah tumbuhnya dan hindari mencukur terlalu dekat saat menggunakan pisau.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, folikel dan kulit tidak akan terluka sehingga dapat mencegah terjadinya folikulitis.

  1. Tidak Menggunakan Pakaian Ketat
READ  Apa Sajakah Ciri-Ciri Eksim Atopik? Simak Uraiannya dan Cara Mengobatinya

Menggunakan pakaian yang ketat dapat menyebabkan terjadinya folikulitis. Untuk itu Anda dapat mencegahnya dengan menggunakan pakaian yang longgar. Selain itu Anda juga bisa menggunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat.

  1. Berendam di Kolam yang Bersih

Bagi Anda yang suka berendam air hangat, Anda harus memerhatikan beberapa hal, seperti tempat berendam. Pastikan tempat berendam tersebut airnya diganti secara rutin untuk menghindari risiko penyebaran infeksi. Anda juga bisa berendam air hangat di rumah untuk lebih menjaga kebersihan.

Nah, itulah ciri-ciri folikulitis yang bisa Anda kenali dari sekarang. Yuk, jaga kebersihan agar tidak mengalami penyakit tersebut.

Sumber: Alodokter.com

 

You May Also Like

About the Author: Yanti Indriyani